Merayakan Islam Dengan Irama Bersama Prof. Anne K. Rasmussen

Ilmu berfungsi memecah, sedang cinta mempersatukan. Namun, Bu Anne menggunakan ilmunya untuk menemukan kesatuan. Beliau menyebarkan World Love, bukan Wolrd War. –Emha Ainun Nadjib.

“Saya suka komentar Cak Nun tersebut”, kata Prof. Anne K. Rasmussen saat membaca salah satu testimoni terhadap buku barunya yang diterbitkan Mizan, di sela-sela presentasinya dalam acara kuliah umum di Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah, Kamis, 27 Juni 2019.

Anne K. Rasmussen, seorang peneliti asal Amerika, baru-baru ini menerbitkan buku barunya dengan terjemahan bahasa Indonesia.  Bekerjasama dengan Mizan, buku hasil penelitiannya yang berjudul Women, the Recited Qur`an, and Islamic Music in Indonesia, diterjemahkan dan diterbitkan dengan judul Merayakan Islam dengan Irama.  

Buku hasil penelitian ini telah rampung ditulis sejak tahun 2010 lampau. Namun baru tahun ini dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.

Anne K. Rasmussen adalah seorang akademisi yang jatuh cinta pada sentuhan musik Islam. Pada tahun 1985 Anne masuk sekolah lanjutan di Universitas California di Los Angeles (UCLA).  Di kampus tersebut ia bertemu dengan Prof. Ali Jihad Rashi, seorang pakar musik Arab dari Lebanon yang mengajar di sana. Ia mulai tertarik dan mendalami musik timur tengah dan bergabung dalam grup musik yang dimentori Prof. Rashi. Secara terampil ia mempelajari alat-alat musik gambus.

Pada musim semi tahun 1996. Anne K. Rasmussen,  membeli kitab suci Al-Qur`an bilingual (Arab-Inggris) terjemahan Zafrulla Khan (1991) di Dearborn, Michigan. Di negara bagian Amerika utara yang paling dingin ini Anne juga membeli Kamus Indonesia-Inggris terjemahan linguis Hassan Shadily dan John M. Echols. Di Michigan ini, ia melakukan penelitian etnografi di komunitas Arab-Amerika. Setelah itu Anne ke Indonesia bersama sang suami.

Di Indonesia Anne pernah bergabung dengan Ikatan Persaudaraan Qori dan Qoriah, Hafiz dan Hafizah (IFQOH). Grup ini dipimpin oleh Dr. Yusnar Yusuf yang bekerja di Departemen Agama.     

Modal kemampuan bahasa Indonesia yang telah dikuasai berkat kamus yang pernah dibelinya di Michigan membantu Anne dalam penelitiannya di Indonesia. Anne adalah peneliti pertama yang konsen pada perkembangan musik Islam di Indonesia. Ia berhasil menggali sisi lain Islam yang tidak melulu serius. Baginya Islam di Indonesia telah berhasil menampilkan wajah yang elegan dan mengapresiasi tinggi terhadap seni, baik musik maupun seni tilawah. Bahkan perempuan muslim di Indonesia mempunyai peran yang sangat signifikan dalam perkembangan Islam. Anne berhasil menjadi etnomusikolog senior berkebangsaan Amerika Serikat pertama yang berhasil menerbitkan buku penelitian berjudul Women, the Recited Qur`an, and Islamic Music in Indonesia, pada tahun 2010.

Buku penelitian setebal 336 halaman itu diterbitkan University of California, Berkeley. Kajian ilmiah yang dibukukan ini berisi pengamatan Anne terhadap praktik musik Islam di Indonesia. Ia mulai melakukan riset 1995-1996, dan kembali lagi pada tahun 1999 selama 12 bulan sebagai peneliti Fullbright yang disponsori UIN Syarif Hidayatullah. Setelah itu pada tahun 2017 ia kembali mendapatkan beasiswa fullbright dengan sponsor yang sama. Tahun 2018 Anne secara intens berkomunikasi dengan Prof. Masykuri Abdillah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah yang kemudian mempertemukannya dengan Redaktur Senior Mizan, Ahmad Baiquni dalam rangka kerjasama penerbitan buku penelitiannya dalam bahasa Indonesia.

Terdapat dua poin dalam kajiannya, yakni tradisi tilawah dan musik islami di Indonesia. Objek penelitian Anne relatif unik karena meneroka kedudukan perempuan sebagai pendaras dan subjek dalam pengembangan seni Islam.

Tilawah yang dilakukan perempuan sering dipandang sebelah mata di sebagian negara-negara Timur Tengah. Posisi perempuan masih dimarjinalkan atau dikesampingkan. Kenyataan demikian diuraikan Anne secara eksplisit. Meskipun begitu, ia menemukan realitas berbeda di Indonesia. Mendaras kitab suci di muka publik bukan hanya dilakukan laki-laki, melainkan juga perempuan.

Sebagai seorang etnomusikolog, Anne memandang suara tak sekadar bebunyian, tapi ekspresi estetik yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Ia melihat tilawah sebagai keindahan musikal yang telah menjadi tradisi di Nusantara sejak lama. Sepanjang proses historis itu kemudian membentuk gaya mendaras yang variatif.

Kamis, 21 Juni 2019, Prof. Anne K. Rasmussen hadir dalam kuliah umum sekaligus launching bukunya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku terjemahannya diterbitkan oleh Mizan, berkat kerjasamanya dengan Prof. Masykuri Abdillah yang menjadi sponsornya mendapatkan beasiswa fullbright pada tahun 2017, selama 6 bulan. Sebelumnya juga pernah mendapat dukungan sponsor dari UIN Syarif Hidayatullah saat dipimpin oleh Prof. Azyumardi Azra pada tahun 1999 selama 12 bulan.

Setelah kuliah umum dan launching buku terjemahan, Mizan mendapat kesempatan interview dengan Prof.  Anne K. Rassmusen.  

Berikut petikan wawancana singkatnya.

Bagaimana kesan terhadap penerbitan buku hasil penelitian Anda yang semula berjudul Women, the Recited Qur`an, and Islamic Music in Indonesia menjadi Merayakan Islam dengan Irama?

Bagi saya proses penerbitan buku saya ini sangat menyenangkan. Sebelumnya saya ada pertemuan dengan Pak Baiquni, Redaktur Senior Mizan dan Prof. Masykuri Abdillah, selaku sponsor beasiswa fullbright saya. Pak Masykuri yang menghubungkan saya dengan Pak Baiquni. Kita berdiskusi banyak hal terkait proyek penerbitan ini. Bagi saya buku ini sangat penting untuk diterjemahkan. Ini sebagai promosi saya, sekaligus mengenalkan pada khalayak. Saya adalah etmosikolog pertama yang meneliti tentang ini.

Banyak orang menganggap Islam terkesan kaku dan serius. Padahal di dalam Islam banyak seni yang menyenangkan dan kreativitas yang inspiratif. Karena itu perlu dikenalkan. Bagi saya ini adalah tantangan. Saya perlu tahu bagaimana masyarakat Indonesia melihat hasil penelitian ini.

Saya sangat senang bisa bekerjasama dengan Mizan dalam proyek penerjemahan dan penerbitan buku saya ini. Ini sangat berharga sekali bagi saya. Semoga ini juga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi Indonesia.

Kenapa baru sekarang buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, padahal buku hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam bahasa Inggris tahun 2010?

Ok. Saya menyadari banyak rintangan yang harus saya hadapi dalam penerbitan ini. Sebelumnya tidak ada orang yang minta menerjemahkan ini atau meng-approach studi saya sebagai sesuatu yang penting. Selain itu, penerbitan ini juga tidak gratis. Sehingga saya juga membutuhkan support dari sponsor. Nah, pada tahun ini saya mendapatkan dukungan tersebut sehingga bisa menerbitkan buku saya dalam bahasa Indonesia. Saya berhubungan baik dengan Bu Baiq Nadia dari Bentang (kelompok penerbit Mizan) untuk menyelesaikan proyek ini. Beliau adalah orang yang sangat baik dan responsif.

Apa yang paling berkesan dari penelitian Bu Anne?

Saya bertemu banyak hal yang sangat menarik dalam Islam yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Ada banyak perkembangan dalam tubuh Islam. Islam yang terkesan kaku dipatahkan dengan fakta sosial di Indonesia yang melebur bersama budaya. Termasuk dalam seni musik. Bahkan dalam seni tilawah Alquran yang banyak dikembangkan oleh kaum perempuan.

Seberapa jauh pengaruh penelitian yang telah dilakukan terhadap masyarakat Barat?

Orang Amerika biasanya tidak tahu banyak tentang Islam di Indonesia. Indonesia sangatlah luas, tapi banyak yang menganggap tidak terlalu berpengaruh. Padahal banyak orang Indonesia yang mendapat penghormatan di kancah internasional. Sebab itulah, tentu akan memberikan warna baru yang lebih baik. Banyak orang Barat mengesankan Islam hanya berwajah kaku. Padahal kenyataan di Indonesia sama sekali berbeda. Di sini musik Arab yang Islam mengalami improvisasi signifikan dalam masyarakat Indonesia. Bahkan, perempuan mempunyai peran yang spesial dalam menyanyikan lagu-lagu islami. Selain itu seni sari tilawah baca Alquran juga sangat diminati dan banyak yang sangat professional dan berpengaruh, baik dari laki-laki maupun perempuan.

Apakah Isu Muslimah di Indonesia yang telah diangkat dalam penelitian Anda memberikan kontribusi pemahaman Islam yang lebih baik bagi dunia?

Bagi saya ini bagian paling penting dalam penelitian saya dan perlu saya sampaikan ke dunia. Bahwa banyak hal yang sangat menarik dalam Islam di Indonesia. Tidak hanya musik Islam yang menarik di Indonesia tetapi Perempuan juga mempunyai peran yang sangat signifikan. Perempuan muslim di Indonesia sangat aktif dan berpengetahuan. Pengembangan peran perempuan sangat kuat terhadap agama. Padahal, pandangan sebagian ulama di dunia ini ada yang mengharamkan perempuan dalam bermusik. Tetapi dalam Islam di sini sangat biasa dan diterima. Mulai dari nasyid sampai shalawat, dari gambus sampai qosidah, dari yang sederhana sampai produk besar dengan banyak variasi. Ada gamelan, ada zafin, hajar marawis, akapela, dan banyak yang lain. [] Hakim

Percik Permenungan dan Doa Menyambut Ramadhan

27 June 2019

Beragama Dengan Rasa Cinta

27 June 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *