Books

Dialektika Langit dan Bumi

Pemilahan Makki-Madani merupakan pemilahan antara dua fase penting yang telah membentuk nash (teks), baik pada tingkat substansi maupun pada tingkat susunan atau struktur redaksional al-Qur’an.

Jika ilmu Makki-Madani menunjukkan tanda-tanda umum dari adanya interaksi tersebut, maka ilmu asb?b al-nuzul menunjukkan hal-hal yang lebih detil dari interaksi itu. Bahkan ilmu asbab al-nuzul mampu memberi kita gambaran tentang tahapan-tahapan kesejarahan di ranah realitas dan budaya yang begitu detil yang kemudian membentuk teks.

Dengan ilmu makki-madani dan asbâb al-nuzûl, kita melakukan pembacaan teks dengan kesadaran historis-sosiologis. Bahwa yang kita baca bukan melulu teks secara lahiriah, melainkan banyak hal yang mengelilingi teks. Sedemikian pentingnya pengetahuan tentang makki-madani dan asbâb al-nuzûl sehingga para ulama melarang siapa pun menafsirkan al-Qur`an jika buta tentang keduanya.

Rp95,000.00
Quick View

Tafsir Dekonstruksi Jihad dan Syahid

Kata “jihad”, yang secara generik bermakna “bersungguh-sungguh”, dewasa ini telah diselewengkan menjadi bermakna perang, bahkan terorisme. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Buku ini melacak sejarah konsep “jihad” secara diakronis/historis oleh para penafsir, yang berevolusi dari masa ke masa. Konsep jihad bukan hanya dimaknai secara tekstual di ruang-vakum, tetapi bertumbuh-kembang di ruang sosial yang berjalin kelindan dengan kepentingan dan kekuasaan.

Asma menunjukkan bagaimana relasi teks-kuasa beroperasi di ranah tafsir Qur’an dan hadis. Bagaimana para mufasir, misalnya, menggunakan instrumen “nasakh” dan “fadhail amal” untuk menggiring opini tentang keutamaan jihad militeristik dan menyisihkan konsep-konsep terkait yang penting, terutama sabar.

Rp150,000.00
Quick View

Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam

Dalam buku ini, Ahmad Syafii Maarif, cendekiawan dan guru bangsa, merangkum serangkaian pemikiran kritis beliau terhadap apa yang disebut dengan penuh haru oleh sebagian komunitas Muslim tentang “The Golden Ages of Islam”. Peradaban Islam memang berkembang hingga mencapai puncak-puncaknya yang tertinggi. Namun, kita perlu memahami bahwa semua itu juga dibangun di atas darah umat Islam yang berbeda pandangan politik. Pada kenyataannya, nafsu kekuasaan tanpa didampingi kekuatan moral yang tangguh, pasti merusak. Agama sering benar tidak berdaya. Rasa haus akan “kejayaan” mengalahkan sisi kerohanian manusia. Akibatnya, bahkan masih bisa kita rasakan sampai hari ini. Kita terpasung dalam kotak-kotak politik akibat ulah perseteruan elite Arab Muslim itu. Sekarang, mampukah kita sungguh-sungguh kembali pada pesan suci Al-Quran dan sunah Nabi, serta mengucap selamat tinggal pada kotak-kotak penuh darah dan dendam kesumat itu?

Rp59,000.00
Quick View

Islamofobia

Serangan-serangan terorisme mengerikan seperti yang terjadi di Paris dan San Bernardino oleh para ekstremis yang mengatasnamakan Islam telah menimbulkan gelombang rasa permusuhan, ketakutan, dan kebencian terhadap semua atau sebagian besar umat Islam. Gejala yang lazim disebut Islamofobia ini telah menjadi hal normal dalam budaya populer di Amerika dan Eropa.

Islamofobia sedang meningkat. Kaum Muslim telah disamaratakan dan disamakan dengan jenis ekstremisme militan dan terorisme yang dilakukan oleh sebagian amat kecil orang Islam, mengabaikan fakta bahwa sebagian besar korban justru adalah orang Islam sendiri. Ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan Islamofobia dan kebijakan domestik yang mengancam kebebasan sipil kaum Muslim. Tetapi, apakah yang menjadi penyebabnya?

Buku ini mencoba menelusur akar kemunculan ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat. Menampilkan analisis dan opini dari para pakar, seperti Karen Armstrong, John L. Esposito, Tariq Ramadhan, Imam Abdul Malik Mujahid, pembaca diajak untuk mendapatkan perspektif yang luas dan merenungkan tindakan yang dapat diambil untuk meredakannya.

Lebih dari itu, buku ini ingin mengajak setiap orang untuk menumbuhkan sikap positif dan penuh harapan ketika mempelajari agama lain. Harapannya adalah untuk mengembalikan sikap welas asih ke pusat moralitas dan agama, meningkatkan saling pengertian dalam hubungan antar-sesama.

Rp125,000.00
Quick View

Fields of Blood

Berbagai peristiwa dunia belakangan ini diwarnai oleh kekerasan yang dilakukan oleh kelompok agama tertentu. Islamic State di Timur Tengah, Boko Haram dan Lord’s Resistance Army di Afrika, ekstremis Buddha dan Hindu di Myanmar dan India. Ini memunculkan pandangan populer bahwa agama adalah sumber kekerasan dan bertanggung jawab atas rentetan terorisme yang kian kerap terjadi. Melalui buku ini Karen Armstrong memberikan tanggapannya terhadap pandangan tersebut. Karen melakukannya dengan menampilkan penjelajahan historis yang luas, mulai dari epik Gilgamesh hingga Al-Qaeda, merentang masa 3.000 tahun sebelum kelahiran Kristus hingga zaman sekarang. Mencakup masyarakat purba, bukan hanya Babilonia, melainkan juga India klasik, Cina, dan Israel. Dari penelusurannya, Karen menunjukkan bahwa alasan sesungguhnya bagi perang dan kekerasan yang terjadi sepanjang sejarah umat manusia sangat sedikit hubungannya dengan agama. Alih-alih berakar dari inti ajarannya, fenomena kekerasan merupakan reaksi terhadap kekuasaan negara, kapitalisme dan modernisme yang dibungkus dengan bahasa agama. Karen juga memperlihatkan bagaimana agama dapat meredakan kemarahan ini-dan harapan bagi perdamaian di antara orang-orang beragama berbeda di zaman kita.

Rp109,000.00
Quick View

Sejarah AlKitab

Alkitab, kitab terpenting dalam Kekristenan, merupakan panduan spiritual sepertiga umat manusia di bumi. Telah diterjemahkan ke dalam lebih dari dua ribu bahasa, Alkitab merupakan salah satu buku yang paling luas didistribusikan dan menjadi buku terlaris sepanjang masa. Akan tetapi, Alkitab adalah sebuah karya yang kompleks dengan sejarah penulisan yang panjang. Banyak perbedaan pendapat tentang kapan dan siapa penyusunnya. Terdiri atas 66 kitab yang dibagi menjadi dua perjanjian, isi Alkitab terus berubah sepanjang sejarah melalui proses penerjemahan dan berbagai interpretasi. Maknanya dipahami secara beragam oleh denominasi dan sekte yang berbeda.

Di dalam buku bernas ini, Armstrong mendiskusikan kelahiran, perkembangan, dan sejarah hidup kitab tersebut. Selain menggambarkan bagaimana, kapan, dan oleh siapa Alkitab ditulis, Armstrong juga menjelajahi interpretasi Alkitab oleh para rabi dan uskup, para sarjana dan kaum mistikus, orang-orang saleh dan kritikus selama sekitar dua ribu tahun. Penjelajahannya menyingkapkan khazanah pendekatan beragam penafsiran dan menyingkirkan pandangan bahwa hanya ada satu tafsiran yang benar.

Rp65,000.00
Quick View

Sejarah Tuhan

Sejarah Tuhan adalah kajian lengkap tentang Tuhan yang paling populer sejak publikasi pertamanya pada dekade terakhir abad ke-20. Ditulis oleh Karen Armstrong, komentator masalah agama terkemuka asal Inggris, buku ini melacak sejarah persepsi dan pengalaman manusia tentang Tuhan sejak zaman Nabi Ibrahim hingga masa kini. Selain memerinci sejarah tiga agama monoteistik: Yahudi, Kristen, dan Islam, buku ini juga menampilkan tradisi Buddha, Hindu, dan Konfusius. Evolusi keyakinan manusia tentang Tuhan dilacak dari akar-akar kunonya di Timur Tengah hingga sekarang. Melalui narasi yang gurih, ia mengajak kita menelusuri filsafat klasik dan mistisisme Abad Pertengahan hingga era Reformasi, Pencerahan, dan skeptisisme zaman modern. Tak berlebihan jika dikatakan bahwa Karen Armstrong telah melakukan upaya luar biasa menyuling sejarah intelektual monoteisme ke dalam satu buku yang memikat dan enak dibaca seperti ini.

Rp99,000.00
Quick View

Pirates and Emperors

Santo Agustinus bercerita tentang seorang bajak laut yang ditangkap oleh Alexander Agung. Sang Kaisar pun mengajukan pertanyaan, “Kenapa kamu mengganggu keamanan di perairan ini?”

Bajak laut yang marah membalas pertanyaan itu dengan pertanyaan serupa, “Lalu kenapa kamu justru mengganggu keamanan di seluruh dunia? Hanya karena menyerang dengan kapal kecil, saya disebut pencuri; sementara kamu, yang mengobarkan perang dengan armada laut yang hebat, disebut sebagai Kaisar.”

***

Ilustrasi cerita Bajak Laut dan Sang Kaisar yang diangkat oleh Noam Chomsky dalam buku ini, menggambarkan secara tepat mengenai kampanye perang melawan terorisme yang digencarkan negara-negara Barat. Dengan dalih menjaga keamanan dan perdamaian, Amerika Serikat justru memimpin invasi berskala besar ke berbagai wilayah di dunia yang dianggap “mungkin punya” rencana untuk mencelakakan mereka “suatu saat nanti”.

Catatan-catatan Chomsky ini menjadi bukti yang terang benderang mengenai kejahatan internasional terselubung yang telah merenggut jutaan jiwa penduduk tak bersalah di berbagai belahan bumi. Sebuah catatan yang akan membuat kita kembali merenung: siapa sesungguhnya dalang teroris yang membuat hidup kita tak tenang belakangan ini?

Rp79,000.00
Quick View