Look Inside

Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam

Iqbal diakui sebagai salah satu pemikiran Islam terpenting di abad 20. Di antara karya-karya Iqbal, Rekonstruksi adalah buku-filsafat Iqbal yang paling penting. Iqbal memaparkan serangkaian refleksi mendalam tentang persinggungan antara sains, agama, dan filsafat. Menggali khazanah pemikiran Islam dan Barat, Iqbal menawarkan visi baru tentang integrasi pengetahuan manusia, kesatuan spirit manusia, dan ketunggalan Tuhan.

Pemikiran Iqbal secara signifikan berpengaruh terhadap pandangan religius dan politik di dunia Muslim. Bahkan, ia menjadi jembatan yang menghubungkan antara Timur/Islam dan Barat, antara Islam dan agama-agama lain, antara tradisi dan modernitas, antara wahyu dan akal, antara spiritualitas dan intelektualitas serta antara ilmu pengetahuan, seni, dan agama.
Buku ini amat penting dibaca bagi peminat sejarah intelektual Islam, kebangkitan Islam di dunia modern, respons Islam terhadap Barat dan modernitas, serta upaya membangun paradigma Islam yang bersetia pada tradisi Islam dan sekaligus terbuka terhadap khazanah pengetahuan modern Barat.

Rp75,000.00

KEUNGGULAN
1. Penulis adalah tokoh yang diakui kepakarannya dalam pemikiran Islam.
2. Buku pemikiran Islam paling spektakuler di abad 20. Kini dengan terjemahan baru dan anotasi lengkap yang amat membantu pembaca.

(Visited 3 times, 1 visits today)
Bulan Terbit

7 Juni 2016

Kode Buku

IM-79

Ukuran

15,5 x 23,5 cm

Jumlah halaman

292 halaman

Jenis Kertas Sampul

AC 230 gram

Jenis Kertas Isi

Book paper

ISBN

978-979-433-958-9

Penyunting

Musa Kazhim

Penerjemah

Hawasi dan Musa Kazhim

Author

Muhammad Iqbal

Publisher

Mizan

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Rekonstruksi Pemikiran Religius dalam Islam”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

Iqbal dipandang sebagai pemikir dan filsuf kontemporer besar yang sejajar dengan Bergson di dunia Barat atau al-Ghazali di dunia Islam.
—Ali Syariati

Tidak ada orang yang menganggap Iqbal sebagai nabi, tetapi kita bisa mengakui bahwa dia telah disentuh oleh sayap Jibril.
Annemarie Schimmel