Look Inside

Membela Islam, Membela Kemanusiaan

Istilah “Aksi Bela Islam” mendadak populer dalam kosa-kata gerakan politik-keagamaan kontemporer di Indonesia. Istilah ini merupakan mantra ampuh untuk memobilisasi dukungan umat Islam dalam merespons isu-isu sosial dan politik aktual yang dianggap berkaitan dengan nasib dan kepentingan umat Islam. Tidak ada yang salah dengan inisiatif aksi solidaritas atas dasar persamaan keyakinan. Yang penting dipahami, memperkuat solidaritas sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) tidak boleh menegasikan solidaritas kebangsaan yang majemuk (ukhuwah wathaniah) dan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah basyariah).
Klaim “Aksi Bela Agama” bukanlah monopoli kelompok keagamaan tertentu. Pembelaan terhadap agama Islam hendaklah berpijak pada kepentingan menjaga hak-hak umat Islam yang selaras dengan bangunan politik kebangsaan yang inklusif dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Nalar “Membela Islam, Membela Kemanusiaan” adalah bahwa membela Islam haruslah kongruen dengan membela kemanusiaan. Komitmen membela Islam akan sukar diterima jika aktualisasinya justru mengancam nilai-nilai keadaban, kebinekaan, dan kemanusiaan. Semangat membela Islam akan kehilangan esensinya apabila mengarah pada otoritarianis

Rp79,000.00

Category:

KEUNGGULAN
1. Ditulis oleh pakar di bidangnya, seorang guru besar.
2. Ketua Prodi di Amerika Serikat.

(Visited 9 times, 1 visits today)
Bulan Terbit

Oktober 2017

Ukuran

15,5 x 23,5 cm

Jumlah halaman

xviii + 290 = 308 h

Jenis Kertas Sampul

AC 230 gram

Jenis Kertas Isi

Book paper 57 gr

ISBN

978-602-441-037-7

Penyunting

Haedar Nashir

Author

Fajar Riza Ul Haq

Publisher

Mizan Wacana

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Membela Islam, Membela Kemanusiaan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

Buku ini tak hanya memotret tantangan peradaban Islam di Indonesia masih diliputi problema tafsir teks yang kaku, tetapi juga menambah perspektif optimistik bahwa Islam memayungi kemajemukan budaya dan menyuarakan keadilan. Penulis sangat cerdas menyajikannya dalam bahasa yang populis sehingga renyah untuk dicerna"
-Prof. Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

"Fajar Riza Ul Haq terus berusaha mencari mediasi-antara lain melalui tulisan-tulisannya-untuk mendorong transformasi sosial menuju Indonesia yang semakin adil dan sejahtera."
-Mgr. Ignatius Suharyo Pr, Uskup Agung Jakarta

"Karya ini patut dibaca bukan saja oleh kalangannya sendiri, tetapi juga oleh publik Indonesia umumnya. Sebagai seorang intelektual-aktivis, penulisnya punya jaringan luas yang merupakan modal tambahan bagi bobot karyanya. Sebagai Muslim, penulis menunjukkan sikap kritisnya terhadap umat Islam yang jauh dari idealisme Islam
tentang persatuan umat."
-Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah