Look Inside

Jati-Diri Perempuan dalam Islam

Jati-Diri Perempuan dalam Islam memberikan cara pandang baru mengenai pentingnya melihat kemanusiaan laki-laki dan perempuan di atas sekat-sekat biologis, politis, dan budaya dan mengkritisi penggunaan argumen agama untuk memperkuat asumsi ketidaksejajaran mereka dengan menggunakan pendekatan filsafat Islam. Buku ini berusaha mengurai endapan-endapan pemikiran dan praktik cara berpikir gender (gender thinking)—yang mana sosialisasi peranan laki-laki dan perempuan yang dimaknai secara berbeda—dianggap sebagai sesuatu yang normal. Pembedaan perlakuan terhadap peranan perempuan menciptakan institusi gender hierarkis, terutama dalam wacana penciptaan manusia, kontribusi dalam reproduksi, pengejawantahan nilai-nilai agama dalam tubuh perempuan, dan bahkan cara perempuan memaknai kepuasan hidup.
Jati-Diri Perempuan dalam Islam mengajak pembaca untuk memikirkan upaya-upaya baru dalam menilai kemanusiaan laki-laki dan perempuan dengan menemukan wacana-wacana keislaman yang memperdebatkan peran ontologis, teologis, etis, dan biologis perempuan dan keterkaitannya dengan pemikiran-pemikiran filsafat mulai dari Filsafat Yunani, Islam, hingga Post-strukturalisme. Pendekatan filsafat yang interdisiplin ini memperkaya khazanah tradisi pengetahuan Islam dan juga membuka perdebatan baru mengenai sikap-sikap kita yang sering komplisit dalam menyosialisasikan perbedaan perempuan dan laki-laki bukan hanya dalam memaknai perbedaan biologis tetapi juga perbedaan hak-hak manusiawi lainnnya.

Rp84,000.00

Category:

KEUNGGULAN
1. Ditulis oleh pakar di bidangnya, seorang guru besar.
2. Ketua Prodi di Amerika Serikat.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Bulan Terbit

26 Juli 2017

Kode Buku

IM-17

Ukuran

15,5 x 23,5 cm

Jumlah halaman

328 halaman

Jenis Kertas Sampul

AC 230 gram

Jenis Kertas Isi

Book paper

ISBN

978-602-441-027-8

Penyunting

Ahmad Baiquni

Author

Etin Anwar

Publisher

Mizan

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Jati-Diri Perempuan dalam Islam”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

“Filsafat dan sains adalah dua metode untuk menemukan kebenaran dalam penelitian. Filsafat menyingkap kebenaran pada tataran rasional, sementara sains mengungkap misteri secara empiris. Masing-masing memiliki keterbatasan, tetapi saat ini, sains dianggap sebagai satu disiplin dengan rasionalisasi dan pembuktian empirik paling dapat diterima. Jati-Diri Perempuan dalam Islam mengajak pembaca untuk menepis asumsi bahwa seolah-olah hanya laki-laki yang punya peran lebih dalam reproduksi, padahal keduanya memiliki kontribusi seimbang. Penulis telah menggunakan pendekatan filsafat secara hati-hati dan tidak bertentangan dengan kebenaran saintifik sehingga layak dijadikan referensi.”
Sidrotun Naim, S.Si, M.Mar. St., M.S., Ph.D.
Ilmuwan sains dan pengkaji identitas secara saintifik dan sosial

“Kajian Etin Anwar tentang sejarah kesarjanaan Muslim sangat menarik dan berwawasan.
Dia menggunakan metodologi modern untuk menyibak kecenderungan gender yang berkontribusi pada peminggiran posisi perempuan dalam wacana keislaman. Kritiknya atas beberapa ulama/sarjana Islam yang mengabaikan perspektif perempuan sungguh membuka mata. Karena itu, dia dengan tepat mendesakkan perlunya kalangan sarjana Muslimah menawarkan perspektif baru terhadap wacana kesarjanaan Muslim yang didominasi laki-laki. Di sini dia menawarkan pendekatan baru dengan tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam yang diterima luas.”
Prof. Howard Federspiel, Guru Besar Kajian Islam, Universitas Ohio, Amerika Serikat

“Meski banyak buku yang mengulas isu gender, buku ini punya kelebihan tersendiri, karena ditulis oleh seorang dosen perempuan Muslim yang mengajar di salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat. Sebuah buku yang kaya dengan literatur dan kajian filsafat, yang sarat pergulatan hidup dan intelektual. Wajib dibaca oleh semua pemerhati kajian Islam, gender, dan perempuan.”
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Pakar Filsafat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

“Buku ini menjelaskan dengan tuntas bagaimana teks keagamaan dapat memberdayakan jati-diri perempuan, bukan memperdayakannya. Membaca buku ini seolah-olah menjelaskan sendiri mengapa penulisnya bisa menjadi profesor top di Amerika. Membanggakan!”
Prof. Nadirsyah Hosen, Ph.D., Dosen Senior Monash Law School, Australia

“Studi filsafat itu langka meski krusial, apalagi studi gender dan Islam. Buku ini satu di antaranya yang wajib dibaca!”
Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ketua Komisi HAM OKI 2012-2014