Look Inside

Arkeologi Tasawuf

Arkeologi Tasawuf mencoba menguak wawasan, ajaran, dan fakta-fakta tentang tasawuf yang masih tersembunyi. Dengan merujuk kepada sumber-sumber asli, buku ini mencoba menunjukkan bahwa tasawuf sangat kaya, dinamis, dan maju. Dinamakan Arkeologi Tasawuf karena buku ini menempuh cara seorang arkeolog dalam menggali sesuatu yang dianggap hilang untuk kemudian diungkap. Istilah ini digunakan untuk mengesankan bahwa tasawuf merupakan objek yang berharga tinggi, namun masih terpendam.
Objek yang dikaji dalam buku ini sangat beragam, mulai dari Al-Muhasibi di abad ke-9 hingga Al-Jawi di abad ke-19. Kajiannya tidak fokus pada satu aspek saja, melainkan meliputi beberapa aspek, seperti latar belakang sosial tokoh, biografi intelektual, hingga pemikirannya. Keunikan buku ini adalah menyambungkan satu tokoh dengan tokoh lain berikut pemikiran mereka sebagai satu kesatuan. Sebagai sebuah ilmu, tasawuf berkembang secara dinamis. Terdapat tarik ulur, kontroversi, hingga pertikaian wacana di dalamnya. Buku ini mengangkat itu semua dan menyajikannya sebagai sebuah “drama”. Sebagian pembaca kemungkinan akan dibuat heran dengan beberapa fakta mengejutkan mengenai tasawuf dan para sufi.
Buku ini ditulis untuk memenuhi kebutuhan para ahli, pengamat tasawuf, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kekayaan referensinya bisa memantik pembaca untuk melakukan pelacakan lebih jauh.

Rp84,000.00

Category:

KEUNGGULAN
1. Mengulas tentang tasawuf dan para sufi dari masa ke masa.
2. Ditulis oleh pakar.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bulan Terbit

24 Juli 2016

Kode Buku

IM-95

Ukuran

15,5 x 23,5 cm

Jumlah halaman

404 halaman

Jenis Kertas Sampul

AC 230 gram

Jenis Kertas Isi

Book paper 55

ISBN

978-979-433-960-2

Penyunting

Ahmad Baiquni

Author

Abdul Kadir Riyadi

Publisher

Mizan

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Arkeologi Tasawuf”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Editorial Review

Dengan melacak perkembangan pemikiran tasawuf sejak abad ke-9 hingga abad 19, buku ini menunjukkan bahwa sufisme amat beragam secara internal. Maka, praktik yang sama dapat memiliki makna dan signifikansi yang berbeda, bergantung konteks dan waktu. Buku ini memberikan terang baru ihwal isu-isu historis seputar sufisme yang menjadi perdebatan-panjang para sarjana. Sebuah karya yang mengagumkan.
Ebrahim Moosa, Profesor Islamic Studies, Universitas Notre Dame, Amerika Serikat