Biography

Author Picture

Yudi Latif

Yudi Latif, M.A., Ph.D. menamatkan studi S1-nya dari Fakultas Ilmu Komu¬nikasi, Universitas Padjadjaran, dan menyelesaikan program S2 dan S3-nya dari The Australian National Uni¬versity. Sambil menempuh program S-3, ia juga sempat menjadi dosen pada Faculty of Asian Studies, The Australian National University.
Dalam dunia penelitian dan pendidikan, ia pernah men¬jadi peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Wakil Rektor di Universitas Paramadina. Pada tahun 2015, ia terpilih menjadi anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indo¬nesia dan anggota Lembaga Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Minat pengetahuan dan bidang keahliannya terutama dalam studi-studi pascakolonial, multikulturalisme, wa¬wasan kebangsaan dan kenegaraan. Salah satu karyanya yang monumental adalah Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (2011). Dalam rangka memperingati 44 tahun Media Indonesia (2014), buku ini dinobatkan sebagai salah satu dari 44 buku yang membawa perubahan dan mengubah Indonesia.
Pergumulannya dalam pemikiran kebangsaan dan kemanusiaan membuatnya menerima sejumlah penghargaan (award): IFI (Islamic Fair of Indonesia) Award pada 2011, untuk kategori intelektual muda paling berpengaruh; Ikon Politik Indonesia Tahun 2011 dari Majalah Gatra; Nabil (Na¬tion Building) Award dari Yayasan Nabil, pada 2012 (sebagai pengakuan atas perjuangan dan pemikiran dalam menegakkan Pancasila sebagai sumbangan bagi nation building); Megawati Soekarnoputri Award, pada 2012 (sebagai penghar¬gaan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan ke-majemukan); Penghargaan Ilmu Sosial 2013 dari Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS); Anugerah Kebahasaan dari Badan Pengembangan dan Pem¬binaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 2014; Anugerah “Cendekiawan Berdedikasi” dari Har¬ian Kompas, pada tahun 2015; Penghargaan Nasdem untuk 70 Tokoh Indonesia yang membesarkan negeri, pada 2015. Pada Juni 2017, ia diangkat oleh Presiden Republik Indone¬sia menjadi Kepala Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila.