Hifzhul ‘Aql: Memelihara (Kewarasan) Akal

Salah satu jenius Muslim periode pertengahan adalah as-Syathibi (w.790 H/1388 M). Lewat karya monumentalnya, al-Muwafaqat fi Ushul as-Syari’ah, as-Syathibi merumuskan lima Maqashid as-Syariah yaitu tujuan-tujuan utama nan luhur di balik penetapan hukum. Satu di antaranya adalah Hifzhul ‘Aql, memelihara (kewarasan) akal.

Sebelum itu, perlu dikatakan terlebih dulu bahwa, konsep maqashid ini telah membukakan pemahaman bahwa di balik setiap hukum ada tujuan luhur yang hendak dicapai. Hukum ditetapkan bukan untuk hukum itu sendiri, melainkan ada tujuan hakiki yang hendak diwujudkan, sepenuhnya demi kebaikan manusia. Tidak mungkin ada jalan tanpa mengarah ke satu tujuan yang jelas. Hukum (syariat) adalah jalan, dan maqashid adalah tujuan.

Maqashid bahkan berlaku bukan hanya dalam bidang hukum saja. Perhatikan sejumlah ayat ketika menyampaikan banyak ajaran, baik dalam bidang akidah maupun akhlak. Banyak dari ayat-ayat yang  ditutup dengan kata  la’allahum…(agar mereka,,,) atau  la’allakum (agar kalian…).

Dalam rumusan as-Syathibi, Hifzhul ‘Aql merupakan maqshad (tujuan utama) dari pengharaman khamr dan muskirat lainnya. Namun, konsep Hifzhul ‘Aql perlu pengembangan di antaranya dengan menelusuri pesan-moral al-Qur`an tentang akal lewat kajian atas ayat-ayat yang mengintrodusir term akal dengan segala bentuk dan penekanan maknanya.

Sehingga makna Hifzhul ‘Aql selain memelihara akal dari muskirat dan mukhadirat, juga menjadikannya pengarah, pemandu, dan pengendali bagi rasionalitas (‘aqlaniyah). Dari sini, Hifzhul ‘Aql lebih mengarah pada keharusan memfungsikan akal-sehat dalam segala sikap, laku dan ucapan. Termasuk dalam kerangka makna ini, menjauhi segala perilaku yang bertolak belakang dengan tuntutan ‘aqlaniyah seperti tindakan bodoh yang menihilkan peran akal-sehat (jahiliyah), fanatisme kebangsaan (‘ashabiyah), fanatisme golongan (tha`ifiyah), dan fanatisme kesukuan(‘irqiyah).

Kini, di Era Modern ini, telah lahir Neo-Syathibi, namanya Jasser Auda. Salah-satu karyanya adalah Hifzhul 'Aql: Memelihara (Kewarasan) AkalMaqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. Buku tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Mizan dengan judul Membumikan Hukum Islam Melalui Maqasid Syariah. Bacalah!

 

(Visited 88 times, 1 visits today)

Membaca Tasawuf Secara Filosofis

31 October 2018

Pergulatan Intelektualisme Islam Indonesia

31 October 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *